Dari hati

Hello, Nez readers!

Sekian lama saya terdiam di blog ini, cuma bisa menghasilkan tumpukan draft gak jelas. Tanya kenapa?

Sekian banyak blogpost saya mulai tanpa terselesaikan, karena ditengah-tengah menulisnya saya  bingung mau menulis apa sebenarnya. Tanya kenapa?

Drafts tersebut yang kalau dibaca-baca lagi membuat saya heran: sebenarnya tema yang diangkat bagus (trending topic-lah), idenya bagus. Tapi penulisannya jadinya meracau kemana-mana. I got the initial idea, but I ended up not knowing what I was writing about.

Pagi ini, saya terdiam membaca semua draft itu, sambil minum energen coklat yang dibawa dari Indonesia (penting gak sih? :P ) Kemudian saya bandingkan draft itu dengan artikel-artikel yang berhasil saya publish/ selesaikan. Akhirnya, saya menemukan satu perbedaan mencolok. Apa itu? Bahwa saya berusaha (terlalu) keras untuk menghasilkan sesuatu yang bagus. Bagus dalam artian: didahului dengan riset supaya tidak ada fakta yang salah, pilihan katanya cantik bombastis agar enak dibaca. Hasilnya: semua hasil riset tumplek blek (so it sounds like I really know what I was talking about) dihiasi kata-kata yang maksudnya pintar dan intelek tapi jadinya terdengar dibuat-buat. Nothing makes sense.

Akhirnya saya membuat kesimpulan:

1. Mungkin, saya lupa the golden rule: bahwa sebuah karya haruslah jujur (quote dari salah satu pengkomen di post saya terdahulu)

2. Saya tidak harus melulu menulis tentang sesuatu yang jadi trending topic kok. Yang penting adalah saya menulis dari hati.

3. Yang munculnya dari hati itu biasanya sesuatu yang terinspirasi dari pengalaman pribadi, tetapi tetap dalam kaidah yang baik sehingga tidak sekadar jadi galau tapi pamer.

4. Yang munculnya dari hati bisa juga sesuatu yang random, ringan tapi saya sukai, seperti misalnya: kopi, teh, kehidupan, parenting, tahu campur, energen coklat…

5. Yang ringan tetapi muncul dari hati akan jadi karya yang jujur dan berbicara. Demikianlah berarti ringan atau remeh lebih baik daripada mencoba membuat post tentang sesuatu yang sedang jadi trending topic: DPR, narkoba, kekerasan terhadap perempuan, TKI, DPR (eh, ini udah disebut ya? :P )

6. Do research when you need to, sebab menulis opini untuk publik haruslah dapat dipertanggung jawabkan dengan fakta yang ada. Tetapi… jangan research yang tujuannya cuma supaya orang tahu kalau anda sudah research.

Demikian penemuan saya pagi ini *sruput energen coklat*

Anyway, apa kabar semua? :D

(image from here)

One thought on “Dari hati

  1. elvin says:

    Nez,

    pernah nyoba teknik automatic writing ga? (kalo g salah namanya itu). Intinya, kamu nulis ga pake berhenti sampe batas waktu, misalnya 5-10 menit, atau 3 menit. Tangan ga boleh ngangkat dari kertas, Just keep on writing.

    aku akhir2 ini ga ngerti juga, whether i write from my heart, or just simply writing. Tapi ada beberapa cerita, yang kerasa comforting.

    PS: Energen itu penting! :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.